Mecha versi 2.6.3 sudah dirilis!

Logo WordPress

Alasan Saya Pindah ke WordPress

Blogger merupakan layanan blog wajib yang telah lama Saya gunakan untuk berbagi ide dalam bentuk tulisan dan gambar. Pada awalnya Saya hanya menggunakan Blogger untuk membuat blog pribadi. Sebuah blog berisi kumpulan puisi dan jurnal yang Saya tulis sendiri dengan gaya penulisan yang masih sangat berapi-api.

Tabel Konten
  1. Kenapa Judulnya “Pindah ke WordPress”? 
  2. Mengatasi Rasa Khawatir Jangka Panjang 
  3. Kondisi Saat Ini 

Blog tersebut masih ada sampai sekarang. Sampai kemudian Saya memutuskan untuk memindahkannya ke generator blog buatan Saya sendiri karena beberapa aset eksternal Saya yang Saya simpan di Google Code ternyata menyalahi aturan Google, hingga akun Saya kemudian diblokir dan pada akhirnya mereka berdua hidup bahagia selamanya.

Waktu itu Saya mengunggah beberapa berkas MP3 anime untuk didengarkan di dalam blog. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, wajar saja kalau saat itu Saya sampai diblokir. Tapi toh akhirnya Google Code memutuskan untuk menutup layanannya juga pada tahun 2016 yang lalu karena makin ke sini para pengembang proyek kode sumber terbuka jadi makin cenderung kepada GitHub yang lebih terbuka dibandingkan dengan Google.

Tahun 2011 adalah tahun dimana Saya sedang semangat-semangatnya belajar memodifikasi tampilan blog. Tahun tersebut adalah tahun dimana Saya sudah merasa cukup percaya diri untuk berbagi ilmu koding Saya yang masih terbatas pada kemampuan mengubah kode warna CSS dan menambahkan kode video tersemat ke dalam postingan; ilmu koding model salin-tempel yang lagi-lagi Saya dapatkan dari internet juga. Sampai kemudian Saya memutuskan untuk membuat blog ini sebagai tempat berbagi pamer.

Sudah hampir 10 tahun tahun blog ini aktif di bawah mesin Blogger yang fiturnya itu-itu saja. Saya merasa bahwa sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk bermigrasi ke sistem manajemen konten yang lain, untuk mulai belajar menghadapi risiko-risiko baru yang belum pernah Saya temukan di Blogger.

Kenapa Judulnya “Pindah ke WordPress”? 

Umpan Klik. Saya ingin tahu apakah bentuk judul yang seperti ini dapat memicu rasa penasaran dan juga kecewa dari para pembaca di blog Saya, terutama kepada para pembaca yang sudah mengikuti perkembangan blog ini sejak tahun 2011.

Tidak. Saya tidak pernah berpikiran untuk memindahkan blog ini ke mesin WordPress. Saya juga tidak pernah berpikiran untuk memindahkan blog ini ke sistem manajemen konten yang lain seperti Drupal atau Joomla. Tujuan utama Saya membuat blog adalah untuk mengabadikan tulisan-tulisan Saya di internet. WordPress (dan kawan-kawan) bagi Saya terlalu kompleks, terlalu populer, dan terlalu sering mengalami pembaruan. Saya khawatir jika Saya tidak dapat terus mengikuti perkembangan yang ada. Fitur WordPress juga terlalu banyak. Sedangkan yang Saya butuhkan sebenarnya hanya fitur untuk menampilkan postingan sebagai HTML, dan beberapa fitur standar blog untuk berinteraksi dengan pembaca seperti fitur komentar dan formulir kontak.

Generator halaman web statis boleh juga, tapi dia tidak memiliki fitur interaksi dengan pembaca. Saya juga belum sempat mencobanya waktu itu, karena masih takut dengan tampilan baris perintah. Baru akhir-akhir ini saja setelah rilis Mecha yang ke 2.0.0, Saya mulai sedikit-sedikit menyentuh generator halaman web statis karena ada tawaran untuk berkontribusi dalam membangun situs web berbasis Jekyll dan Gatsby. Tapi Mecha sudah terlanjur berkembang hingga sangat disayangkan apabila Saya sampai tidak memanfaatkannya untuk keperluan pribadi Saya sendiri.

Mengatasi Rasa Khawatir Jangka Panjang 

Ada masanya nanti Saya menjadi tua dan oleh karena itu semakin bertambah pula urusan di dunia seperti untuk mengurus istri-istri istri dan anak-anak. Blog adalah hobi yang menyenangkan, tapi tidak semua masalah di kehidupan nyata bisa diatasi dengan menulis.

Jadi… dengan memindahkan blog Saya ke Mecha, sebenarnya Saya sedang dalam proses untuk mengabadikan konten blog ini sebagai berkas dan folder yang dapat dipindah-pindahkan ke tempat lain dengan mudah. Suatu saat nanti, kalau Saya sudah tidak ada waktu dan biaya untuk mengurus semuanya, entah karena Saya jatuh miskin, karena pandangan mata Saya yang semakin kabur, atau karena prioritas hidup Saya yang sudah berubah, mungkin Saya akan membagikan kode sumber blog ini ke publik sebagai berkas ZIP atau docker yang dapat kalian unduh dan ekstrak untuk dibaca secara lokal.

Sebenarnya sudah lama Saya ingin mengubah blog ini menjadi blog Mecha, tapi Saya sempat ada kendala di ruang penyimpanan hosting terbagi Saya yang terbatas. Meskipun ukuran final dari keseluruhan data di blog Saya setelah diubah sebenarnya hanya berada di kisaran 60 MB (sudah termasuk ukuran Mecha dan gambar-gambar yang ada di dalam postingan), tapi tetap saja ada rasa khawatir jika beban peladen Saya nanti membengkak, terutama untuk mengelola masukan-masukan dari pengunjung seperti komentar dan data statistik yang tidak mungkin bisa Saya kendalikan dengan mudah.

Selain itu, blog ini juga tidak menggunakan basis data. Semuanya hanya berisi berkas dan folder biasa. Ada rasa was-was jika proses membaca dan memperbarui berkas ternyata jauh lebih membebani dibandingkan dengan proses membaca dan memperbarui basis data.

Tampilan berkas dan folder pada situs web ini.
Tampilan berkas dan folder.

Blog ini baru saja diubah, dan Saya masih melakukan uji coba untuk mengetahui sampai sejauh mana Mecha dapat menangani jenis blog yang kompleks dan ramai dengan interaksi dari luar seperti ini.

Kondisi Saat Ini 

Saat ini proses pengimporan data sudah 100%. Tapi dari sisi penampilan, markup HTML dan bentuk tautan mungkin masih belum begitu sempurna. Terutama masalah pengalihan tautan-tautan lama. Karena tautan-tautan di Blogger kebanyakan diakhiri dengan ekstensi .html sedangkan pada blog berbasis Mecha, bentuk tautan tidak diakhiri dengan ekstensi .html

Selain itu, jaminan keamanan di blog ini juga masih sangat minimal. Saya sampai harus meniadakan fitur panel kontrol karena masih tidak yakin dengan keamanannya. Selama masih tidak ada masukan yang cukup dari para pengguna Mecha, maka masalah keamanan pada ekstensi panel kontrol tidak akan bisa terjamin.

Karena tidak ada fitur panel kontrol, maka tidak ada fitur moderasi komentar juga. Yah… siap-siap saja kalau nanti blog ini dibanjiri komentar-komentar sampah.

Blogger sebenarnya sudah bagus, tapi karena Blogger bukan sistem manajemen konten, jadi akan ada begitu banyak keterbatasan. Salah satunya adalah tidak ada akses bagi Saya untuk menyunting komentar-komentar yang masuk.

Saya juga ingin terbebas dari layanan pihak ke tiga, dan ingin lebih banyak lagi membuat artikel dengan tema pembahasan yang lebih luas, tidak melulu berisi tentang teknis saja.

Oh iya, belakangan ini Saya sedang merencanakan kolaborasi bersama seorang kenalan Saya di Facebook untuk membesarkan proyek DIV bersama-sama. Ke depannya Saya akan lebih banyak terlibat di bagian JavaScript dan bahasa pemrograman di sisi peladen seperti untuk menangani PHP dan basis data. Kalau kalian ada butuh bantuan untuk membuat situs web atau plugin khusus, kalian bisa menghubungi beliau. Nanti kalau dalam proyek kalian ada bagian-bagian yang perlu Saya kerjakan, Saya baru akan punya peran di situ.

50 Komentar

Taufik Nurrohman

Ngetes fitur komentar boleh. Tapi ke depannya komentar-komentar tersebut bakalan Saya hapus. Termasuk komentar yang ini.

Salim

Mantap!

Oya, 60 MB itu DTE sama Latitudu atau DTE aja Mas?

Hack Hermannz

Wah mantap gan, akhirnya jadi juga projek CMS-nya, btw mungkin kedepannya ane bakal order widget buat blogger gan, apa bisa dibantu?

Taufik Nurrohman

Bisa mas. Belakangan ini Saya memang lebih banyak bantu-bantu bikin gawai dibandingkan bikin tema secara keseluruhan (hampir tidak pernah malah).

Saya nggak ahli desain.

Anonim

Mas untuk arsip tutorial blog yang ada di blog dte (blogger) sebelumnya bagaimana? Soalnya saya masih belajar disana mengenai blogger.

Kang Rian

Kenapa saya lebih tertarik dengan kalimat yang saya kutip berikut ini, ketimbang judul “Pindah ke WordPress” nya. *hmm

seperti untuk mengurus “istri-istri” istri dan anak-anak.

Anonim

Mungkin Mas Taufik punya cita-cita beristri lebih dari satu, kendati kenyataannya ia urung untuk merealisasikannya. Wkwk.

Kandra

Mas bahas Jekyll dong. Saya tertarik untuk pindah ke platform itu. Alasan kita sama. Blogger udah terlalu mandeg dan WP terlalu cepat berubah. Jekyll paling tidak bisa membuat saya belajar bikin web dari nol dibanding pake paltform.

Mas Ano

Sebenarnya saya berharap Mas Taufik untuk membahas Mecha CMS+GitHub. Saya tidak membandingkan, tetapi banyak orang awam seperti saya yang masih takut untuk menggunakan Mecha dan meng-hosting-nya secara independen. Kalau memang sudah mahir, atau sedikit-banyak paham tentang cara kerja Mecha, kalau mau hosting sendiri toh lebih baik daripada menumpang di rumah orang lain. Barangkali Mecha+GitHub adalah cara baik untuk incip-incip setelah nantinya mantap diri dan dengan bangga berdiri di atas bantuan kaki Mecha CMS.

Taufik Nurrohman

Sayangnya, “flat-file CMS” itu berbeda dengan “static site generator”. Mecha bukan merupakan yang ke dua. Makannya tidak bisa dihubungkan dengan GitHub.

Alasan kenapa generator web statis macam Jekyll bisa diintegrasikan dengan GitHub itu karena yang dipublikasikan sebenarnya hanya hasil kompilasinya saja yang berupa HTML mentah. Kalau aplikasi Jekyll-nya ya harus dipasang di komputer masing-masing.

Memang sih ada fitur CI di GitHub untuk menjalankan perintah kompilasi Jekyll (aplikasi Jekyll terpasang di peladen GitHub). Tapi itu cuma akan dilakukan sekali saja ketika terjadi perubahan pada berkas yang dikomit.

Jadi pada intinya, situs web yang dibuat di GitHub itu ya sebenarnya cuma HTML mentah saja. Entah mau pakai Jekyll atau tidak, mengunggah berkas-berkas HTML mentah secara manual sebenarnya juga bisa. Hasil keluarannya akan sama saja. Bedanya cuma di segi otomatis dan tidaknya dalam menyusun kode-kode HTML. Mau mengunggahnya ke hosting web yang tidak mendukung bahasa sisi-peladen juga bisa.

Beberapa halaman proyek Saya seperti alat pengompres kode ini juga kan Saya buat secara manual, nggak perlu pakai generator web statis. Nggak perlu mikir yang rumit-rumit.

Paja Tapuih

Pandangan yang sangat rasional dan memotivasi saya untuk coba wordpress juga.

Nurhidayat

Wah saya baru tahu blog mas Taufik, namanya juga sama-sama Taufik bedanya ente Nurrohman ane Nurhidayat wkwk.

Gunawan

Saya baru tau Mecha dari mas, jika saya lihat blog mas ini jadi lebih ringan dan jadi tertarik untuk migrasi ke Mecha daripada ke WordPress.

Apakah settingan SEO Mecha sebagus WordPress mas?

Taufik Nurrohman

Apakah settingan SEO Mecha sebagus WordPress mas?

Pengaturan optimasi mesin pencari setahu Saya tergantung dari pengembang tema. Mecha cuma menyediakan ruang untuk menyimpan datanya saja sebagai berkas. Semisal, pada bagian deskripsi halaman ini Saya buat khusus sehingga punya warna, tekanan dan ukuran huruf yang berbeda dengan paragraf-paragraf yang lain di dalam artikel. Tapi selain untuk aksesoris, data deskripsi juga Saya gunakan untuk menentukan nilai pada deskripsi meta:

<meta content="<?= $page->description; ?>" name="description">

Jadi ya… tergantung kreativitas masing-masing dalam membuat markup HTML di tema mas.

hcare

jadi bingung pengen migrasi, caranya gimana mas? dari blogspot ke wordpress

Fahri

Kaget ketika tampilannya berubah setelah sekian lama tidak membuka website ini, sempat aku kira udah tidak ada. Tapi alhamdulillah ternyata semuanya masih utuh :)

Blog ini cukup penuh kenangan, mulai dari aku tidak mengenal html, css, js, sampai kenal. Terimakasih atas jasamu yang sudah bersabar dan ikhlas memberikan ilmu ini.

Tak ada kata yang bisa aku ucapkan, Terimakasih banyak

Taufik Nurrohman

Sama-sama mas. Sebenarnya Saya nulis ini semua juga sambil belajar. Kalau mas bandingkan gaya penulisan dan penjelasan Saya yang dulu dengan yang sekarang pasti akan tampak jauh berbeda.

Arif

Mas Taufik, bikin tutorial dong bagaimana cara unggah Mecha ke hosting. Saya pemula, baru paham HTML dan CSS, sementara JavaScript baru mulai belajar dan PHP belum nyentuh.

Taufik Nurrohman

Saya ada mau buat kanal YouTube baru pakai akun Google yang masih bersih, tapi sementara belum Saya isi apa-apa. Kalau spek komputer sudah cukup insya Allah bakalan Saya isi.

https://youtube.com/channel/UCkr6kdzTlI_bgB3hu85VtuQ

Sementara bisa lihat-lihat video dummy Saya di sini:

https://dev.to/taufik_nurrohman/mecha-cms-installation-guide-30l6

Arif

Kalau yang di dev.to saya sudah baca dan simak sebelum mas Taufik beritahu. Saya cari di Google siapa saja yang menggunakan kata kunci Mecha CMS, dan nemu dev.to. Saya tidak tahu siapa saja yang menggunakan Mecha, tetapi lewat Google saya cari tahu dan ada salim.id yang berbagi pengalaman menggunakan Mecha.

Saya sudah unduh Mecha dan sebagian besar ekstensinya. Dan sudah saya coba jalankan di localhost. Namun, kendala saya ada di pertanyaan: bagaimana cara unggah folder Mecha ke hosting. Saya rencana mau sewa hosting, dan sudah cari-cari tapi bingung. Misalnya disk 300-750MB, nah, apakah ini bisa digunakan untuk menjalankan Mecha. Saya belum patek paham soal hosting dan cara kerjanya. Sedangkan di buku panduan Mecha, mengatakan bahwa bisa mengunggahnya secara manual, bagi saya ini merepotkan. Ada juga opsi ftp, nah, saya belum tahu cara kerja ftp dan belum juga mencari tahu.

Dan Mas Salim.id mengatakan juga bisa pakai git untuk menunggah Mecha ke hosting. Saya lihat hosting yang murah tidak ada fitur git. Jadilah saya bimbang.

Omong-omong, di kanal Youtube Mas Taufik yang baru sepertinya ganti distro Linux ya? Dulu kayaknya pakai ElementaryOS. Kini pakai distro apa Mas?

Saya pernah pakai ElementaryOS, tapi kini kembali ke Windows. Hehe. Tapi saya tetep suka produk-produk open source ketimbang pakai yang bajakan.

Arif

Kalau untuk nulis kode XML Blogger, saya sudah bisa dengan belajar dari DTE. Awalnya saya merasa nyaman hanya dengan menulis di Blogger. Dan melihat bahasa pemprograman seperti PHP, Phyton, Node.js, dll saya tertarik. Sayangnya DTE jarang bicara PHP. Saya pun cari buku-buku berbahasa Inggris tentang PHP dan kini mulai mempelajarinya, kalau untuk nulis JavaScript ecek-ecek saya bisa tapi bukan ahlinya seperti Mas Taufik. Kalau tidak ada Google, DTE, mungkin saya tidak kenal Mecha.

Dan akhirnya, kemarin belajar dari Youtube untuk install Apache dan PHP, dan membuat eneble mbstring sesuai arahan buku panduan Mecha. Alhamdulillah saya bisa jalankan Mecha di localhost. Dan kini masih utak-utek cara kerja Mecha di panduan mecha-cms.com.

Saya masih bingung soal user dan control panel. Apakah kita bisa mensubmit artikel secara daring seperti di dasbor Blogger?

Taufik Nurrohman

Sayangnya DTE jarang bicara PHP.

Karena sudah ada situs web Mecha, untuk membahas teknis bahasa pemrograman PHP murni rasanya agak malas mas hehe. Soalnya pasti nantinya Saya bakalan cenderung membicarakan soal Mecha juga (untuk keperluan promosi).

Saya masih bingung soal user dan control panel. Apakah kita bisa mensubmit artikel secara daring seperti di dasbor Blogger?

Iya, kalau ekstensi user dan panel diunggah ke hostingan nanti akan bisa dipakai seperti Blogger.

Taufik Nurrohman

Bagaimana cara unggah folder Mecha ke hosting?

Sederhananya, tinggal cari fitur manajer berkas di dalam akun hostinganmu. Kemudian unggah berkas-berkas Mecha ke folder publik (biasanya namanya www atau public_html).

Misalnya disk 300-750MB, nah, apakah ini bisa digunakan untuk menjalankan Mecha?

Saya pakai disk ukuran 500MB bisa untuk membuat situs web DTE, Mecha dan Taufik Nurrohman dengan sistem manajemen konten ini. Yang paling sering menguras kuota hosting biasanya ada dari segi media, misalnya gambar. Untuk penghematan, mas bisa unggah gambar-gambar postingan di Blogger, kemudian URL gambar yang telah diunggah tersebut bisa dipakai untuk ditayangkan di situs web berbasis Mecha. Jadi folder .\lot\asset nantinya akan tetap kosong.

Mengunggah secara manual itu maksudnya mengunggah melalui fitur manajer berkas, mas. Nggak merepotkan kok. Pengalamannya sama persis seperti ketika kita menggunakan Dropbox atau Google Drive.

Omong-omong, di kanal YouTube Mas Taufik yang baru sepertinya ganti distro Linux ya?

Masih pakai Elementary OS, cuma lagi eksperimen gonta-ganti lingkungan desktop saja sampai bisa nemu yang cocok. Yang kamu lihat di video itu, Saya pakai Openbox. Rencana ke depan sebenarnya Saya ingin pakai Arch versi vanila saja supaya lebih ringkas. Ini Saya cuma iseng-iseng pasang Linux di laptop lama, mumpung belum mati total. Kalau sudah ada yang baru rencananya Saya mau 90% fokus koding pakai Linux saja. Untuk sekarang Saya lebih cenderung ke pengalamannya saja. Kalau pakai laptop lama kan nggak terlalu berisiko kalau sampai terjadi apa-apa.

Arif

Bagaimana cara sampean migrasi DTE dari Blogger ke Mecha? Apakah manual?

Tulisan saya di Blogger masih sekitar 50an, untuk migrasi manual masih kuatlah klak-klik. Tapi kalau postingannya seperti DTE masa harus migrasi manual. Ada tools-nya kah? Atau ekstensi Mecha menyediakannya?

Taufik Nurrohman

Ada ekstensinya, cuma untuk dipakai dengan Mecha versi sekarang kemungkinan besar sudah tidak kompatibel. Saya masih mikir-mikir gimana cara menyederhanakannya.

https://github.com/mecha-cms/x.import

Untuk sekarang harus pakai ekstensi user dan panel yang kompatibel dengan Mecha 2.4.0.

Arif

Hai Mas Taufik,

Saya mau tanya konfigurasi SEO di Mecha CMS. Semisal saya menggunakan Mecha, saya sudah menguasai HTML dan CSS dan JavaScript. Untuk merancang struktur HTML yang semantik bagi saya sudah cukup mumpuni, tetapi SEO tidak cukup hanya kode yang semantik saja. Ada hal-hal lain seperti struktur URL, script JSON Schema, dll. Apakah Mecha menyediakan ekstensi? Atau saya harus building sendiri? Kalau memang saya harus building script JSON sendiri, apakah ada dokumentasi di Mecha?

Apakah saya harus membuat ekstensi SEO sendiri? Atau cukup menempel script JSON yang saya tulis nantinya untuk saya letakkan di dalam head HTML.

Saya juga menggebu-gebu untuk menjajal Mecha untuk menjalankan PWA. Pasalnya, di Blogger belum mendukung PWA. Karena Mecha harus hosting sendiri, saya yakin Mecha bisa menjalankan PWA.

Taufik Nurrohman

Sepertinya harus membuat ekstensi sendiri mas. Potongan kode skema JSON untuk SEO sudah pernah ada yang menanyakan di komentar ini. Bisa ditempelkan juga secara manual ke dalam kode tema.

Diskusi lebih lanjut tentang Mecha akan lebih sesuai dibahas di fitur forum.

Mirat

Masih saya pantau mecha ini, mas boleh nanya, mecha ini bisa install npm nggk mas semisal mau install gulp, makasih sebelumnya 🙏🏼

Taufik Nurrohman

Fitur Node.js di Mecha cuma dipakai sebagai alat pembangun saja. Semisal pada repositori ekstensi panel Saya tambahkan berkas package.json untuk memasang paket-paket yang berfungsi sebagai pengubah berkas Sass dan ES6 menjadi berkas CSS dan JavaScript untuk peramban.

Diskusi lebih lanjut tentang Mecha akan lebih sesuai dibahas di fitur forum.






Semua kode HTML akan dihapus kecuali kode-kode HTML yang dituliskan sebagai contoh. Gunakan sintaks Markdown untuk memberi gaya pada komentar.


Batal Masuk Log

Saipul Anwar

Mas Taufik, Mecha ini bisa dipakai untuk multiauthor enggak? Misal saya gunakan untuk situs jurnal ilmiah kan banyak penulis, tapi tetap satu administrator (yang posting atas nama penulis terkait). Gambarannya seperti laman namasitus[dot]com/jurnal/judul-artikel ini ditulis oleh Nama Penulis, maka penulis ini akan memiliki laman namasitus[dot]com/penulis/nama-penulis.

Apakah harus membuat user, password, dll dari setiap penulis? Atau ada ide yang tepat?

Taufik Nurrohman

Fungsi ekstensi user memang untuk menangani kasus seperti ini. Kalau laman log masuk bisa diakses melalui jalur /user maka laman profil setiap penulis bisa diakses melalui jalur /user/nama-user. Harus membuat user satu-satu.

Kalau mau mengganti jalur /user jadi /penulis misalnya, itu bisa diatur di berkas .\lot\x\user\state.php

Saipul Anwar

Apakah kode Mecha bisa seperti Github Dekstop? Maksudnya begini, saya menjalankan Mecha di localhost lalu saya commit ke hosting, saya enggak tau istilahnya, tapi begitu maksud saya. Rasanya ribet untuk meng-zip-kan Mecha lalu mengunggah ke hosting, seperti ketika ada pembaharuan artikel setiap hari.

Taufik Nurrohman

Teman Saya juga ada yang menanyakan fitur seperti itu. Saya belum pernah pakai VPS. Kalau hosting berbagi biasanya dia tidak menyediakan akses ke CLI, jadi kalau mau praktik menggunakan Git Saya agak kesulitan.

Kalau di hostingan ada fitur Git bisa sih sebenarnya Saya kembangkan.

Diskusi lanjut di forum saja.

Saipul Anwar

Baca-baca internet, text editor semacam Sublime Text, Visual Studio Code, Adobe Bracket, dll bisa diintegrasikan melalui FTP ya, Mas? Kalau memang bisa ini sangat membantu saya dalam memperbaharui blog Mecha.

Ekstensi panel sangat membanyu. Tapi kalau saya pasang ekstensi panel, setelah submit sesuatu, misalnya menambah page atau menambah user, tampilan jadi rusak (css tidak terbaca). Saya enggak tau masalahnya apa.

Sebenarnya saya masih nyaman sih membuka Mecha lewat editor teks, area lebih luas dan bisa membuka dalam satu folder.

Rifan Hidayat

5 tahun aku udah gak ngeblog, penasaran sama DTE yg sekarang kek gmna.. eh ternyata udah 100% berubah :v

3 tahun aku slalu ngintip tema mu yg keren bang taufik.. salam sehat dan semangat slalu :)

Taufik Nurrohman

Makasih mas doanya. Sempat kepikiran juga untuk ngejual tema-tema Blogger lama Saya sebagai tema Mecha, cuma bakalan ada yang mau beli apa enggak ya? HEHEHEHEHE.

Rifan Hidayat

Bisa dong ini request layout Mecha untuk media daring?

Barapa biayanya kalau mas Taufik mendevelop Mecha custom?

Oya xmlthemes ini punya sampean ya?

Taufik Nurrohman

Hmph, perjalanan masih panjang. Segala jenis tema bisa dibuat. Biaya tergantung kerumitan, tapi mungkin lebih maintainable kalau Saya buat tema untuk dijual lisensinya saja, bukan jual desain orang per orang. Pengalaman Saya bikin tema untuk perorangan rasanya lumayan capek.

Oya xmlthemes ini punya sampean ya?

Bukan, itu punya mas Rully.

Azim Muqtadi

Saya lihat gambar2 di DTE ini kecil sekali, tidak lebih dari 50kb. Kamu gunakan alat compress apa sehingga piksel gambar masih punya kualitas bagus dengan ukuran file yang kecil. Rata-rata file html juga kurang dari 500kb. Heran saya sama Mecha, dengan konten 600-an lah, ini menghabiskan storage berapa ya untuk DTE sendiri? Belum lagi Mecha-cms.com dan Taufik-nurrohman.com.

RyanID

Saya berkunjung ke sini buat cari Tutorial Template Blogger, tapi sekarang saya kecewa sepertinya sudah dihapus 😌

Taufik Nurrohman

Semuanya dipindah ke sini mas.

RyanID

Saya sedikit kesulitan hehe, biasanya ada mesin pencarian blog . Saya selalu gunakan itu buat cari artikel yg berkaitan 😀

nndwn

Mohon izin mas, saya pengunjung baru di situs ini, sangat menarik isinya dan gak nyangka mecha cms buatan indonesia, saya jadi bangga sebagai warga wakanda.

Taufik Nurrohman

Terima kasih! Silakan gabung ke forum untuk bertanya-tanya lebih lanjut tentang Mecha.