Logo WordPress

Alasan Saya Pindah ke WordPress

Blogger merupakan layanan blog wajib yang telah lama Saya gunakan untuk berbagi ide dalam bentuk tulisan dan gambar. Pada awalnya Saya hanya menggunakan Blogger untuk membuat blog pribadi. Sebuah blog berisi kumpulan puisi dan jurnal yang Saya tulis sendiri dengan gaya penulisan yang masih sangat berapi-api.

Tabel Konten
  1. Kenapa Judulnya “Pindah ke WordPress”? 
  2. Mengatasi Rasa Khawatir Jangka Panjang 
  3. Kondisi Saat Ini 

Blog tersebut masih ada sampai sekarang. Sampai kemudian Saya memutuskan untuk memindahkannya ke generator blog buatan Saya sendiri karena beberapa aset eksternal Saya yang Saya simpan di Google Code ternyata menyalahi aturan Google, hingga akun Saya kemudian diblokir dan pada akhirnya mereka berdua hidup bahagia selamanya.

Waktu itu Saya mengunggah beberapa berkas MP3 anime untuk didengarkan di dalam blog. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, wajar saja kalau saat itu Saya sampai diblokir. Tapi toh akhirnya Google Code memutuskan untuk menutup layanannya juga pada tahun 2016 yang lalu karena makin ke sini para pengembang proyek kode sumber terbuka jadi makin cenderung kepada GitHub yang lebih terbuka dibandingkan dengan Google.

Tahun 2011 adalah tahun dimana Saya sedang semangat-semangatnya belajar memodifikasi tampilan blog. Tahun tersebut adalah tahun dimana Saya sudah merasa cukup percaya diri untuk berbagi ilmu koding Saya yang masih terbatas pada kemampuan mengubah kode warna CSS dan menambahkan kode video tersemat ke dalam postingan; ilmu koding model salin-tempel yang lagi-lagi Saya dapatkan dari internet juga. Sampai kemudian Saya memutuskan untuk membuat blog ini sebagai tempat berbagi pamer.

Sudah hampir 10 tahun tahun blog ini aktif di bawah mesin Blogger yang fiturnya itu-itu saja. Saya merasa bahwa sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk bermigrasi ke sistem manajemen konten yang lain, untuk mulai belajar menghadapi risiko-risiko baru yang belum pernah Saya temukan di Blogger.

Kenapa Judulnya “Pindah ke WordPress”? 

Umpan Klik. Saya ingin tahu apakah bentuk judul yang seperti ini dapat memicu rasa penasaran dan juga kecewa dari para pembaca di blog Saya, terutama kepada para pembaca yang sudah mengikuti perkembangan blog ini sejak tahun 2011.

Tidak. Saya tidak pernah berpikiran untuk memindahkan blog ini ke mesin WordPress. Saya juga tidak pernah berpikiran untuk memindahkan blog ini ke sistem manajemen konten yang lain seperti Drupal atau Joomla. Tujuan utama Saya membuat blog adalah untuk mengabadikan tulisan-tulisan Saya di internet. WordPress (dan kawan-kawan) bagi Saya terlalu kompleks, terlalu populer, dan terlalu sering mengalami pembaruan. Saya khawatir jika Saya tidak dapat terus mengikuti perkembangan yang ada. Fitur WordPress juga terlalu banyak. Sedangkan yang Saya butuhkan sebenarnya hanya fitur untuk menampilkan postingan sebagai HTML, dan beberapa fitur standar blog untuk berinteraksi dengan pembaca seperti fitur komentar dan formulir kontak.

Generator halaman web statis boleh juga, tapi dia tidak memiliki fitur interaksi dengan pembaca. Saya juga belum sempat mencobanya waktu itu, karena masih takut dengan tampilan baris perintah. Baru akhir-akhir ini saja setelah rilis Mecha yang ke 2.0.0, Saya mulai sedikit-sedikit menyentuh generator halaman web statis karena ada tawaran untuk berkontribusi dalam membangun situs web berbasis Jekyll dan Gatsby. Tapi Mecha sudah terlanjur berkembang hingga sangat disayangkan apabila Saya sampai tidak memanfaatkannya untuk keperluan pribadi Saya sendiri.

Mengatasi Rasa Khawatir Jangka Panjang 

Ada masanya nanti Saya menjadi tua dan oleh karena itu semakin bertambah pula urusan di dunia seperti untuk mengurus istri-istri istri dan anak-anak. Blog adalah hobi yang menyenangkan, tapi tidak semua masalah di kehidupan nyata bisa diatasi dengan menulis.

Jadi… dengan memindahkan blog Saya ke Mecha, sebenarnya Saya sedang dalam proses untuk mengabadikan konten blog ini sebagai berkas dan folder yang dapat dipindah-pindahkan ke tempat lain dengan mudah. Suatu saat nanti, kalau Saya sudah tidak ada waktu dan biaya untuk mengurus semuanya, entah karena Saya jatuh miskin, karena pandangan mata Saya yang semakin kabur, atau karena prioritas hidup Saya yang sudah berubah, mungkin Saya akan membagikan kode sumber blog ini ke publik sebagai berkas ZIP atau docker yang dapat kalian unduh dan ekstrak untuk dibaca secara lokal.

Sebenarnya sudah lama Saya ingin mengubah blog ini menjadi blog Mecha, tapi Saya sempat ada kendala di ruang penyimpanan hosting terbagi Saya yang terbatas. Meskipun ukuran final dari keseluruhan data di blog Saya setelah diubah sebenarnya hanya berada di kisaran 60 MB (sudah termasuk ukuran Mecha dan gambar-gambar yang ada di dalam postingan), tapi tetap saja ada rasa khawatir jika beban peladen Saya nanti membengkak, terutama untuk mengelola masukan-masukan dari pengunjung seperti komentar dan data statistik yang tidak mungkin bisa Saya kendalikan dengan mudah.

Selain itu, blog ini juga tidak menggunakan basis data. Semuanya hanya berisi berkas dan folder biasa. Ada rasa was-was jika proses membaca dan memperbarui berkas ternyata jauh lebih membebani dibandingkan dengan proses membaca dan memperbarui basis data.

Tampilan berkas dan folder pada situs web ini.
Tampilan berkas dan folder.

Blog ini baru saja diubah, dan Saya masih melakukan uji coba untuk mengetahui sampai sejauh mana Mecha dapat menangani jenis blog yang kompleks dan ramai dengan interaksi dari luar seperti ini.

Kondisi Saat Ini 

Saat ini proses pengimporan data sudah 100%. Tapi dari sisi penampilan, markup HTML dan bentuk tautan mungkin masih belum begitu sempurna. Terutama masalah pengalihan tautan-tautan lama. Karena tautan-tautan di Blogger kebanyakan diakhiri dengan ekstensi .html sedangkan pada blog berbasis Mecha, bentuk tautan tidak diakhiri dengan ekstensi .html

Selain itu, jaminan keamanan di blog ini juga masih sangat minimal. Saya sampai harus meniadakan fitur panel kontrol karena masih tidak yakin dengan keamanannya. Selama masih tidak ada masukan yang cukup dari para pengguna Mecha, maka masalah keamanan pada ekstensi panel kontrol tidak akan bisa terjamin.

Karena tidak ada fitur panel kontrol, maka tidak ada fitur moderasi komentar juga. Yah… siap-siap saja kalau nanti blog ini dibanjiri komentar-komentar sampah.

Blogger sebenarnya sudah bagus, tapi karena Blogger bukan sistem manajemen konten, jadi akan ada begitu banyak keterbatasan. Salah satunya adalah tidak ada akses bagi Saya untuk menyunting komentar-komentar yang masuk.

Saya juga ingin terbebas dari layanan pihak ke tiga, dan ingin lebih banyak lagi membuat artikel dengan tema pembahasan yang lebih luas, tidak melulu berisi tentang teknis saja.

Oh iya, belakangan ini Saya sedang merencanakan kolaborasi bersama seorang kenalan Saya di Facebook untuk membesarkan proyek DIV bersama-sama. Ke depannya Saya akan lebih banyak terlibat di bagian JavaScript dan bahasa pemrograman di sisi peladen seperti untuk menangani PHP dan basis data. Kalau kalian ada butuh bantuan untuk membuat situs web atau plugin khusus, kalian bisa menghubungi beliau. Nanti kalau dalam proyek kalian ada bagian-bagian yang perlu Saya kerjakan, Saya baru akan punya peran di situ.

14 Komentar

  • Taufik Nurrohman

    Ngetes fitur komentar boleh. Tapi ke depannya komentar-komentar tersebut bakalan Saya hapus. Termasuk komentar yang ini.

  • Salim

    Mantap!

    Oya, 60 MB itu DTE sama Latitudu atau DTE aja Mas?

  • Hack Hermannz

    Wah mantap gan, akhirnya jadi juga projek CMS-nya, btw mungkin kedepannya ane bakal order widget buat blogger gan, apa bisa dibantu?

    • Taufik Nurrohman

      Bisa mas. Belakangan ini Saya memang lebih banyak bantu-bantu bikin gawai dibandingkan bikin tema secara keseluruhan (hampir tidak pernah malah).

      Saya nggak ahli desain.

  • Sugeng

    Saya berlangganan blog mas menggunakan RSS feed.

    Sepertinya Mecha CMS tidak ada RSS feed-nya ya?

  • Anonim

    Mas untuk arsip tutorial blog yang ada di blog dte (blogger) sebelumnya bagaimana? Soalnya saya masih belajar disana mengenai blogger.

  • Kang Rian

    Kenapa saya lebih tertarik dengan kalimat yang saya kutip berikut ini, ketimbang judul “Pindah ke WordPress” nya. *hmm

    seperti untuk mengurus “istri-istri” istri dan anak-anak.

    • Anonim

      Mungkin Mas Taufik punya cita-cita beristri lebih dari satu, kendati kenyataannya ia urung untuk merealisasikannya. Wkwk.

  • Kandra

    Mas bahas Jekyll dong. Saya tertarik untuk pindah ke platform itu. Alasan kita sama. Blogger udah terlalu mandeg dan WP terlalu cepat berubah. Jekyll paling tidak bisa membuat saya belajar bikin web dari nol dibanding pake paltform.

    • Mas Ano

      Sebenarnya saya berharap Mas Taufik untuk membahas Mecha CMS+GitHub. Saya tidak membandingkan, tetapi banyak orang awam seperti saya yang masih takut untuk menggunakan Mecha dan meng-hosting-nya secara independen. Kalau memang sudah mahir, atau sedikit-banyak paham tentang cara kerja Mecha, kalau mau hosting sendiri toh lebih baik daripada menumpang di rumah orang lain. Barangkali Mecha+GitHub adalah cara baik untuk incip-incip setelah nantinya mantap diri dan dengan bangga berdiri di atas bantuan kaki Mecha CMS.

      • Taufik Nurrohman

        Sayangnya, “flat-file CMS” itu berbeda dengan “static site generator”. Mecha bukan merupakan yang ke dua. Makannya tidak bisa dihubungkan dengan GitHub.

        Alasan kenapa generator web statis macam Jekyll bisa diintegrasikan dengan GitHub itu karena yang dipublikasikan sebenarnya hanya hasil kompilasinya saja yang berupa HTML mentah. Kalau aplikasi Jekyll-nya ya harus dipasang di komputer masing-masing.

        Memang sih ada fitur CI di GitHub untuk menjalankan perintah kompilasi Jekyll (aplikasi Jekyll terpasang di peladen GitHub). Tapi itu cuma akan dilakukan sekali saja ketika terjadi perubahan pada berkas yang dikomit.

        Jadi pada intinya, situs web yang dibuat di GitHub itu ya sebenarnya cuma HTML mentah saja. Entah mau pakai Jekyll atau tidak, mengunggah berkas-berkas HTML mentah secara manual sebenarnya juga bisa. Hasil keluarannya akan sama saja. Bedanya cuma di segi otomatis dan tidaknya dalam menyusun kode-kode HTML. Mau mengunggahnya ke hosting web yang tidak mendukung bahasa sisi-peladen juga bisa.

        Beberapa halaman proyek Saya seperti alat pengompres kode ini juga kan Saya buat secara manual, nggak perlu pakai generator web statis. Nggak perlu mikir yang rumit-rumit.






Semua kode HTML akan dihapus kecuali kode-kode HTML yang dituliskan sebagai contoh. Gunakan sintaks Markdown untuk memberi gaya pada komentar.


Batal