Notifikasi

Komentar terbaru.

  • generic tadalafil pada Gawai Daftar Isi Tabulasi untuk Blogger

    tadalis sx https://elitadalafill.com/ tadalafil pills 20mg

  • Stilimowl pada Gawai Daftar Isi Akordion untuk Blogger

    https://fcialisj.com/ - cialis for sale

  • Taufik Nurrohman pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Sepertinya harus membuat ekstensi sendiri mas. Potongan kode skema JSON untuk SEO sudah pernah ada yang menanyakan di komentar ini. Bisa ditempelkan juga secara manual ke dalam kode tema.

    Diskusi lebih lanjut tentang Mecha akan lebih sesuai dibahas di fitur forum.

  • Taufik Nurrohman pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Fitur Node.js di Mecha cuma dipakai sebagai alat pembangun saja. Semisal pada repositori ekstensi panel Saya tambahkan berkas package.json untuk memasang paket-paket yang berfungsi sebagai pengubah berkas Sass dan ES6 menjadi berkas CSS dan JavaScript untuk peramban.

    Diskusi lebih lanjut tentang Mecha akan lebih sesuai dibahas di fitur forum.

  • Mirat pada Kontrol Mode Terang/Gelap dengan JavaScript dan PHP

    session_start();
    $themeClass = '';
    if (!empty($_COOKIE['theme'])) {
      if ($_COOKIE['theme'] == 'dark') {
        $themeClass = 'dark-theme';
      } else if ($_COOKIE['theme'] == 'light') {
        $themeClass = 'light-theme';
      }  
    }
    const btn = document.querySelector(".btn-toggle");
    const prefersDarkScheme = window.matchMedia("(prefers-color-scheme: dark)");
    
    btn.addEventListener("click", function() {
      if (prefersDarkScheme.matches) {
        document.body.classList.toggle("light-mode");
        var theme = document.body.classList.contains("light-mode") ? "light" : "dark";
      } else {
        document.body.classList.toggle("dark-mode");
        var theme = document.body.classList.contains("dark-mode") ? "dark" : "light";
      }
      document.cookie = "theme=" + theme;
    });

    Nemu kode, ini CSS trick, siapa tau bermanfaat.

  • Arif pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Hai Mas Taufik,

    Saya mau tanya konfigurasi SEO di Mecha CMS. Semisal saya menggunakan Mecha, saya sudah menguasai HTML dan CSS dan JavaScript. Untuk merancang struktur HTML yang semantik bagi saya sudah cukup mumpuni, tetapi SEO tidak cukup hanya kode yang semantik saja. Ada hal-hal lain seperti struktur URL, script JSON Schema, dll. Apakah Mecha menyediakan ekstensi? Atau saya harus building sendiri? Kalau memang saya harus building script JSON sendiri, apakah ada dokumentasi di Mecha?

    Apakah saya harus membuat ekstensi SEO sendiri? Atau cukup menempel script JSON yang saya tulis nantinya untuk saya letakkan di dalam head HTML.

    Saya juga menggebu-gebu untuk menjajal Mecha untuk menjalankan PWA. Pasalnya, di Blogger belum mendukung PWA. Karena Mecha harus hosting sendiri, saya yakin Mecha bisa menjalankan PWA.

  • Mirat pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Masih saya pantau mecha ini, mas boleh nanya, mecha ini bisa install npm nggk mas semisal mau install gulp, makasih sebelumnya 🙏🏼

  • Taufik Nurrohman pada Fitur Multi-Bahasa pada Tema Blogger

    Karena variabel i18n sudah direferensikan ke data:i.i18n, bukan data:i, jadi pas kamu manggil variabel i18n maka yang kamu akses itu objek data:i.i18n. Pada kasusmu yang diminta harusnya data:i.id.

    Untuk membuat boolean sama persis dengan konsep kondisional bahasa di atas, cuma bedanya ini pakai <b:if> yang lebih sederhana:

    <b:if cond='data:view.isSingleItem'>
      <data:i18n.comment/>
    <b:else/>
      <data:i18n.comments/>
    </b:if>

  • Iccha Ahyun Iswari pada Fitur Multi-Bahasa pada Tema Blogger

    Saya punya dua tanya:

    Pertama, saya coba mau panggil data:i18n.id kok tidak bisa ya Mas?

    Kedua, misalnya value id ini saya isi boolean, gimanakan implementasinya? Seperti jika kondisi data:view.isHomepage adalah true maka tampilkan value i18n.comments dan jika kondisi data:view.isPost adalah true maka tampilkan value i18n.comment?

  • Taufik Nurrohman pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    Dinamis, karena dilengkapi dengan fitur formulir yang mampu membaca dan menulis berkas.

  • Taufik Nurrohman pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    Boleh tau filosofi nama Mecha?

    Saya ingin memberi nama aplikasi-aplikasi Saya sebagaimana Saya akan memberi nama robot atau binatang peliharaan. Supaya ketika Saya mengembangkan atau mengurus aplikasi-aplikasi Saya, maka Saya akan seolah-olah sedang mengurus sesuatu yang hidup. Saya harap ini akan berpengaruh juga kepada orang lain yang akan menggunakannya di masa depan.

    https://en.wikipedia.org/wiki/Mecha

    Ada link yang runut agar saya bisa mempelajari cara kerjanya?

    https://dev.to/taufik_nurrohman/mecha-cms-installation-guide-30l6

    Di mana saya bisa bertanya ketika ada problem dalam instalasi?

    https://mecha-cms.com/support

  • Iccha Ahyun Iswari pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    BTW, Mecha itu situs statis atau dinamis?

  • Iccha Ahyun Iswari pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    Mecha CMS

    Namanya bagus sekali. Boleh tau filosofi nama Mecha?

    Ada link yang runut agar saya bisa mempelajari cara kerjanya? Di mana saya bisa bertanya ketika ada problem dalam instalasi?

  • Taufik Nurrohman pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    Bagaimana tahapan Mas Taufik mempelajari seputar website? HTML, CSS, JavaScript, lalu PHP? Atau mempelajarinya secara bersamaan?

    Kalau Saya jawab otodidak pasti jadi enggak menarik lagi karena urutannya berantakan. Awal-awal Saya belajar HTML itu dari tutorial pasang-pasang gawai Blogger. Maklum, narablog pemula suka tiba-tiba jadi hobi pasang fitur jam dinding, musik, dan gawai statistik di blog. Saya juga belajar HTML dari fitur kode sumber di WYSIWYG. Belajar tentang bagian-bagian mana yang bisa membuat teks jadi rata di tengah, mana yang bisa menampilkan tautan dan gambar.

    Saya dulu belajar CSS dari W3Schools. Situs web yang sekarang sudah tidak direkomendasikan lagi untuk pengembang web. Sempat bingung juga karena di tema Blogger itu tidak ada yang namanya tag <style>. Yang ada cuma <b:skin>.

    Saya tertarik belajar JavaScript karena suka dengan gawai-gawai buatan “Abu Farhan”, tapi agak risih waktu itu karena adanya tautan atribusi di semua gawai yang beliau buat yang tidak bisa Saya hilangkan kecuali dengan menyunting kode JavaScript secara langsung. Nama-nama bulan dan hari pada gawai-gawai yang beliau buat juga sebagian besar masih berbahasa Inggris, jadi akhirnya Saya terpaksa mencari tahu bagaimana caranya mengubah teks-teks berbahasa Inggris tersebut menjadi berbahasa Indonesia.

    Saya memaksakan diri belajar PHP setelah aset-aset blog bergaya Blogazine Saya yang Saya simpan di Google Code akhirnya diblokir, berikut akun Google Code Saya karena Saya mengunggah beberapa berkas musik di dalamnya. Waktu itu adalah awal mula Saya memutuskan untuk belajar menyentuh apa yang disebut sebagai Sistem Manajemen Konten.

    Saya saja ngos-ngosan belajar JavaScript karena tidak tahu harus mulai dari mana.

    Saya memulai semuanya dari keterpaksaan karena tuntutan keinginan dan kebutuhan.

    Berdasarkan pengalaman Saya, belajar pemrograman web dari buku fisik itu sia-sia saja. Lebih baik belajar langsung melalui peramban web. Di peramban web kita bisa membuat dan melihat hasil kerjanya secara langsung, sekaligus juga dapat memperoleh informasi secara instan dengan bantuan Google dan situs web dokumentasi favorit.

  • Iccha Ahyun Iswari pada Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

    Bagaimana tahapan Mas Taufik mempelajari seputar website? HTML, CSS, JavaScript, lalu PHP? Atau mempelajarinya secara bersamaan?

    Dari mana Mas Taufik dapat ilmu itu? Apakah dari buku, baik buku berbahasa Indonesia ataupun Inggris?

    Atau, dari situs-situs luar seperti CSS-Tricks dan lain-lain?

    Saya kagum dengan Mas Taufik yang begitu paham dan mahir menulis JavaScript dan PHP.

    Saya saja ngos-ngosan belajar JavaScript karena tidak tahu harus mulai dari mana.

  • Taufik Nurrohman pada CSS adalah Bahasa Pemrograman

    Fitur-fitur baru pada CSS setahu Saya dibuat untuk menyesuaikan kebutuhan para pengguna.

    Pada awalnya, kita membuat tampilan kolom dengan bantuan tabel, cuma kemudian ada kendala dari segi semantik: tidak semua tata letak kolom adalah tabel.

    Kemudian orang-orang mulai menyarankan untuk memakai CSS float saja, walaupun pada prinsipnya CSS float lebih tepat digunakan untuk membuat perataan gambar di antara teks seperti yang biasa kita lihat pada aplikasi Microsoft Word.

    Kemudian muncul CSS flexbox yang dapat meringkas kebiasaan kita dalam menambahkan deklarasi clear: both di blok bawah agar blok tersebut dan seterusnya tidak ikut terpengaruh oleh aliran elemen-elemen dengan gaya float: left atau float: right. CSS flexbox juga sangat membantu untuk membuat tata letak fixed-fluid, dimana salah satu kolom dibuat memiliki lebar yang tetap, sedangkan kolom yang lainnya dibuat supaya responsif mengisi kekosongan yang ada sesuai dengan lebar layar saat itu. CSS flexbox juga memudahkan kita untuk membuat tata letak “kolom sama tinggi”. Mas bisa coba browsing bagaimana cara membuat tampilan kolom sama tinggi dengan CSS. Pada artikel-artikel lama, harusnya mas akan menemukan berbagai cara seperti dengan menggunakan CSS tabel, atau dengan menentukan ukuran padding-bottom yang sangat besar. Beberapa ada juga yang menggunakan bantuan jQuery. Untuk membuat tata letak seperti itu di zaman sekarang, pakai flexbox saja sudah cukup.

    Kemudian muncul lagi fitur CSS grid. Dari segi hasil, secara kasat mata tampaknya sama saja. Fungsinya adalah untuk membuat tampilan deret kolom dan baris seperti pada tabel. Keistimewaan dari CSS grid setahu Saya terletak pada kemampuannya dalam membuat kolom/baris menembus wilayah kolom/baris yang lain. Kalau pada atribut HTML tabel biasanya kita mengenal istilah colspan dan rowspan. Selain dari itu Saya tidak begitu tertarik dengan fitur CSS grid.

    Kira-kira sejak 2017 awal mula saya mengikuti perkembangan DTE di Blogger, Mas Taufik menggunakan bilah sisi di kiri konten, bahkan kini pakai Mecha pun tetap sama.

    Untuk yang ini ada berbagai pendapat. Coba mas googling saja mengenai saran tata letak bar sisi, lebih baik berada di sebelah kiri atau di sebelah kanan. Biasanya nanti mas akan masuk ke artikel-artikel yang berhubungan dengan UX. Keduanya punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

  • Anonim pada Laman atau Halaman?

    Laman = halaman utama untuk web Halaman = muka dari lembar buku

    Sama saja hehe

  • Arif pada CSS adalah Bahasa Pemrograman

    Apa yang mendasari Mas Taufik memutuskan untuk menggunakan flexbox di konten DTE (main dan aside)?

    Saya memiliki asumsi bahwa flexbox lebih tepat digunakan untuk elemen inline block seperti ketika membuat card yang sejajar misalnya, sementara grid digunakan untuk elemen block seperti main dan aside.

    Saya masih belum tahu bagaimana caranya menggunakan grid untuk main dan aside dan ketika di viewport yang lebar bilah sisi (aside) bisa berada dalam sisi kiri dan main berada di seberang kanan.

    Alasannya, barangkali terdapat ideologi tertentu dalam penempatan aside di kiri konten utama, dan saya tertarik untuk juga menempatkan aside di sisi kiri. Kira-kira sejak 2017 awal mula saya mengikuti perkembangan DTE di Blogger, Mas Taufik menggunakan bilah sisi di kiri konten, bahkan kini pakai Mecha pun tetap sama.

    Menurut Mas Taufik, apa persamaan dan perbedaan flexbox dan grid dalam implementasinya? Barangkali asumsi saya di atas tidak tepat atau malah keliru.

  • Taufik Nurrohman pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Ada ekstensinya, cuma untuk dipakai dengan Mecha versi sekarang kemungkinan besar sudah tidak kompatibel. Saya masih mikir-mikir gimana cara menyederhanakannya.

    https://github.com/mecha-cms/x.import

    Untuk sekarang harus pakai ekstensi user dan panel yang kompatibel dengan Mecha 2.4.0.

  • Arif pada Alasan Saya Pindah ke WordPress

    Bagaimana cara sampean migrasi DTE dari Blogger ke Mecha? Apakah manual?

    Tulisan saya di Blogger masih sekitar 50an, untuk migrasi manual masih kuatlah klak-klik. Tapi kalau postingannya seperti DTE masa harus migrasi manual. Ada tools-nya kah? Atau ekstensi Mecha menyediakannya?