Mengapa Saya Lebih Memilih PHP dibandingkan dengan Node atau Python?

Berkembang tidak harus menguasai berbagai bidang. Karena jika di satu bidang saja kamu masih setengah-setengah, maka tidak ada gunanya juga kamu meloncat-loncat ke lain bidang.

Sebelum menuju kepada alasan utama, tentu Saya perlu menjelaskan terlebih dahulu tentang kebutuhan Saya dalam membuat sebuah perangkat lunak. Saya tidak tumbuh di lingkungan keluarga dan teman-teman dengan latar belakang pendidikan pemrograman komputer. Saya melakukan semua ini hanya untuk mengisi waktu luang Saya saja. Dan ketika Saya memikirkan tentang bahasa sisi peladen yang paling standar dan ringan namun tetap mencukupi, PHP sepertinya sudah mampu memenuhi kebutuhan Saya. Selain itu, PHP juga merupakan bahasa sisi peladen pertama yang Saya pelajari.

Saya pernah sekadar tahu beberapa bahasa pemrograman lain melalui artikel-artikel yang Saya baca, yang mereka bilang bahasa ini dan itu jauh lebih baik dan lebih cepat dari PHP. Dua di antaranya yang sedang populer sekarang adalah Node dan Python. Tapi saat itu Saya benar-benar tidak berada dalam keadaan yang bingung hingga Saya harus bertanya ke berbagai grup dengan pertanyaan-pertanyaan seperti “Bahasa pemrograman apa yang perlu Saya pelajari?” atau “Mana yang lebih baik: A, B atau C?”

Saya mempelajari sesuatu karena kebutuhan, bukan karena tuntutan industri dan pasar pemrograman komputer. Karena Saya tidak bekerja di bidang tersebut maka Saya tidak perlu berjuang untuk memenuhi kriteria mereka. Saya menggunakan bahasa pemrograman untuk memecahkan masalah Saya saja, dan kalau ternyata ada orang lain yang merasa terbantu dengan kode-kode yang Saya berikan secara cuma-cuma di blog ini yaaa… ya sudah lah ya… Saya nggak perlu bersikap heboh atau bagaimana.

Tapi mungkin yang jadi pertanyaan adalah kenapa Saya tidak memilih salah satu dari dua bahasa populer tersebut?

Jawabannya adalah karena mereka berada di luar kebutuhan Saya. Saya tidak bilang kalau Node dan Python itu jelek karena Saya belum pernah mencobanya. Dan kalaupun ternyata performanya memang jauh lebih baik dari PHP yaaa… ya sudah lah ya… Saya juga nggak perlu terlalu heboh atau bagaimana. Cukup bersikap biasa saja. Karena saat ini Saya memang belum membutuhkannya. Saya hanya perlu menunggu sampai Saya membutuhkannya, sehingga Saya tidak perlu membuang-buang waktu Saya untuk mempelajari sesuatu tanpa tujuan. Saya sudah merasa cukup dengan PHP karena kriteria yang perlu dipenuhi memang hanya untuk memproses data secara dinamis agar bisa dikeluarkan sebagai berkas statis. Dengan PHP saja sudah bisa melakukan tugas-tugas tersebut, dan kabar baiknya adalah PHP ada di mana-mana!

Tapi, kalau memang ternyata ada bahasa pemrograman lain yang jauh lebih sederhana dan berukuran lebih kecil dari PHP, maka tidak ada salahnya juga untuk Saya pelajari.

Mungkin nanti akan ada yang mengkritik bahwa Saya ini sudah terjebak di zona nyaman karena enggan untuk mempelajari hal-hal baru. Tapi mungkin kalian lupa bahwa ada juga yang dinamakan sebagai fokus, gigih dan konsisten. Berkembang tidak harus menguasai berbagai bidang. Karena jika di satu bidang saja kamu masih setengah-setengah, maka tidak ada gunanya juga kamu meloncat-loncat ke lain bidang. Jangan egois. Kamu tidak bisa menguasai semuanya, karena manusia juga perlu bekerja sama dan saling membantu. Jadi pada intinya mungkin seperti itu. Kamu tidak perlu tahu dan bisa mengerjakan semua hal. Karena ketika kamu tahu dan bisa mengerjakan semuanya, maka kamu jadi tidak membutuhkan siapa-siapa lagi. Dan ketika itu terjadi… kamu akan merasa sendirian. Setelah itu kamu akan stres, terus mati.

3 Komentar

  • Kandra Wilko

    Setuju om. Mending fokus di satu program dan menjadi ahli disitu dibanding nyoba-nyoba yang akhirnya bikin waktu terbuang dan tidak mencapai yang diinginkan.

    • Ibrahim

      Sama dong mas dengan saya

  • RizkyKR

    iya benar, saya juga sering dituntut belajar ini itu, tapi alasan terbaik yang saya katakan, "Pemograman itu sesuai kebutuhan, jika dengan yang kita pelajari saja sudah dirasa cukup, untuk apa lagi". dunia pemograman pun lebih memilih hal yang praktis dan tidak perlu di persulit lagi.






Semua kode HTML akan dihapus kecuali kode-kode HTML yang dituliskan sebagai contoh. Gunakan sintaks Markdown untuk memberi gaya pada komentar.


Batal